Terjebak diantara segelas kopi hitam


Selamat pagi pemimpi, susunlah strategi bersama kopi tuk jadi manusia yang dikagumi tanpa tinggi hati. Cerita cinta,lara,gulana,resah berkelana membirit yg terbicit, menari ia yg sembunyi,tertunduk lesu, menangis mati tanpa daya secangkir kopi.

Sesungguhnya janji manis lah yg seringkali justru mengecewakan. Untung saja kopi ku tak pernah
berjanji bahwa dirinya manis.



Aku hanya ingin dicinta seperti kopi yg tampil apa adanya tanpa pemanis dan warna yg menarik untuk membuatmu tertarik.

Tak apa kubiarkan kopi ini dingin, karena dari dingin itulah ada alasan memelukmu. Segelas kopi adalah bunuh diri paling pahit, bagi mereka yang berharap manisnya penantian.


Yang senja pembuka malam minggu, maukah kau menggiring malam yg cerah nanti? Agar tiada lagi halang menahan rindu akan cerita,tawa dan kopi.

Janji kosongmu itu ibarat kopi robusta yang dikasih gula. Semakin dikasih gula bukannya semakin manis justru semakin pahit.

Ternyata benar suara hujan membangunkan kenangan, untung saja kopi pagi ini menguatkan keyakinan akan keikhlasan melepaskan.

Mengapa kopi yg hitam dan pahit banyak yg mencinta? Karena ia tulus. 

Maka cobalah tulus dalam hal apapun maka cinta yg berkualitas kan tiba

Aku ingin menjadi kopi yg menyapamu ditengah tangis dan menemani kala riangmu.

Masih ingat kapan terakhir kali kopi mendengar cerita harapan kita di masa depan? Ya sudahlah,biarkan kopi menyimpan segala kenang tentangmu

Sendiri itu pahit tapi jarus dijalani. Ibarat memesan segelas kopi di cafe,walaupun pahit kita akan mencari cara utk menikmati dengan nyaman

Aku merindumu seperti aku mencandu kopi dalam malam, yg mana aku bahkan tak bisa membayangkan jika tak menikmatinya walau hanya satu malam.

Sekali waktu cobalah kopi tanpa gula, agar kau bisa bersyukur bahwa ada hal yg lebih pahit daripada kisahmu..

Lagi-lagi aku mencium bau aroma mu dari bibir uap hangat kopiku. Lantas apa kau juga sesungguhnya menitipkan rindu lewat kopimu disana?

Post a Comment

0 Comments